Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan pada model bisnis baru di sektor manufaktur, yang dinilai mampu meningkatkan kinerja hingga 20-50 persen lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini karena melalui pemanfaatan teknologi digital secara terintegrasi.

"Jadi, tentunya penerapan Industri 4.0 diyakini akan memacu produktivitas dan kualitas sehingga produk yang dihasilkan lebih inovatif dan kompetitif," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (24/1).

 

Perang dagang antara Amerika dengan China menciptakan peluang baru bagi Indonesia. Hal ini terlihat dari beberapa perusahaan manufaktur Negara Tirai Bambu yang ingin memindahkan basis produksinya ke Indonesia demi menghindari tarif tinggi yang dikenakan Amerika Serikat.

"Beberapa industri tekstil dan alas kaki global sedang mempertimbangkan pemindahan pabrik dari China ke Indonesia," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di sela menghadiri perhelatan 2019 World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss, Kamis (24/1).

Implementasi industri 4.0 dinilai akan mendorong peningkatan investasi oleh perusahaan, terutama yang terkait dengan penggunaan teknologi pendukung seperti Internet of Things (IoT). Langkah ini diyakini mampu memacu produktivitas dan kualitas di sektor manufaktur.

"Oleh karena itu, Indonesia jangan hanya jadi pasar dari ekonomi digital, tetapi juga memanfaatkan pengembangan ekonomi tersebut sehingga industrinya semakin tumbuh dan berdaya saing," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (23/1) ketika menjadi narasumber pada Indonesia Outlook 2019 dalam rangkaian ajang World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss.

Kementerian Perindustrian siap mengejar empat program kerja prioritas di tahun 2019. Keempat program tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun industri dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian agar lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perindustrian, Haris Munandar mengatakan, salah satu program kerja yang siap digenjot tersebut adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). "Kualitas SDM kita memang perlu ditingkatkan. apalagi, tahun ini pemerintah fokus untuk lebih masif melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi," ucap Haris usai melantik Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Kementerian Perindustrian (14/1).